Mengintip Potensi Properti di Bandung Selatan

0 67

Sebagai salah satu kota terbesar di Indonesia, Bandung memang menjadi salah satu area yang diincar pencari properti. Berdasarkan data sepanjang tahun 2017 lalu, Bandung menjadi kota kedua yang paling banyak dicari oleh pencari properti.

Mengintip Potensi Properti di Bandung Selatan

Salah satu area di Bandung yang saat ini menjadi incaran pencari properti adalah Bandung Barat, area ini dinilai potensial karena didukung oleh perkembangan ekonomi dan pembangunan infrastruktur.

Dari sektor ekonomi, saat ini Bandung Barat telah banyak bertumbuh berbagai industri yang menyokong perkembangan perekonomian, contohnya seperti tekstil, properti dan jasa “Salah satu indikasi Bandung Selatan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi, terlihat dari banyaknya investor yang menanamkan modalnya di daerah ini. Bahkan secara kasat mata  terlihat dari semakin tingginya volume kendaraan di kawasan itu,” ujar Kepala Bidang Fisik Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Jawa Barat, Slamet Mulyanto S.

Dari sektor infrastruktur, Bandung Barat juga dikelilingi dengan berbagai pembangunan jalan tol seperti Tol Padaleunyi, rencana pembangunan jalur kereta cepat dan Tol Soroja yang tahun lalu baru diresmikan.

Slamet Mulyanto S mengakui keberadaan Tol Soroja dapat meringkas jarak tempuh Bandung Selatan dengan daerah sekitarnya. Selain itu pemerintah menyiapkan sejumlah upaya seperti pelebaran jalan utama menuju Bandung Selatan dari ROW 16 menjadi ROW 20 seperti dalam dokumen yang diterbitkan Dinas Permukiman dan Tata Wilayah Kabupaten Bandung, pembuatan jalan pintas atau jalan penghubung, hingga pengembangan sarana angkutan umum massal.

Selain infratruktur, sektor pariwisata juga dinilai salah faktor yang dapat mendongkrak bisnis properti di Bandung. Menurut Ali Tranghanda, Direktur Eksekutif Indonesia Property watch (IPW), Bandung Selatan  memiliki banyak potensi alam yang masih asri. Sektor pariwisata di kawasan ini pun sebagian besar sangat menarik untuk mendorong bisnis propertinya tumbuh lebih baik.

 “Bandung Selatan akan menjadi kawasan potensial bisnis properti sehingga makin banyak pengembang mulai berinvestasi di sini,” imbuh Ali.

Dengan potensi tersebut, akhirnya tak heran banyak pengembang yang menanamkan modalnya di Bandung Barat, salah satunya seperti PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) yang mengembangkan sebuah kawasan hunian yang diberi nama Podomoro Park di Kecamatan Buahbatu.

Proyek ini dibangun di atas seluas 100 hektare, untuk tahap pertama pembangunan, pihak pengembang membangun tiga klaster, yaitu (deluxe) Amagriya Eka dan Amagriya Dwi dengan ukuran kaveling mulai dari 6 x 15 m2, serta klaster (premium) Anapuri Eka dengan ukuran tanah mulai dari 8 x 20 m2. Seluruh tipe akan berupa bangunan dua lantai yang harga mulai Rp1 miliar per unit.

“Ada sekitar 10 hektar diperuntukkan untuk proyek komersial yang mendukung kawasan perumahan ini, mulai lintasan joging, kolam renang, pusat kebugaran, dan lainnya. Sekitar 50 persen lahan proyek ini akan kami dedikasikan untuk kawasan terbuka hijau dan danau,” kata Assistant Vice President Strategic Residential Agung Podomoro Land, Agung Wirajaya. Agung mengaku optimistis proyek terbarunya ini bisa menjadi salah satu pilihan investasi menarik, apalagi Bandung makin menjadi salah satu kota terpadat di Indonesia. Proyek yang dirilis pada kuartal I-2018 ini, lanjut Agung, merupakan salah satu langkah APLN memberikan dukungan perkembangan dan pembangunan Bandung Selatan.

Podomoro Park sendiri bukan proyek pertama APLN di Bandung, karena pengembang ini sudah pernah mengembangkan sejumlah proyek, antara lain Pullman Bandung City Center, Parahyangan Residence di Bandung Utara, Braga City Walk dan Festival Citylink.

Source https://www.lamudi.co.id
Comments
Loading...