Langkah, dan Syarat Mengajukan IMB Apartemen

0 68

Langkah, dan Syarat Mengajukan IMB Apartemen

Sebagai negara hukum, segala tindakan haruslah didasari atas hukum yang berlaku. Begitu pula saat hendak mendirikan sebuah bangunan. Harus ada sejumlah aturan dan ketentuan yang ditaati. Dalam mendirikan bangunan harus ada Ijin Mendirikan Bangunan atau IMB.

IMB berlaku pula saat hendak mendirikan apartemen. Pihak pengembang harus terlebih dahulu mengantongi ijin mendirikan bangunan dari pemerintah setempat. IMB melengkapi sejumlah syarat perizinan lainnya, seperti perizinan lokasi, penempatan tenaga kerja, dan lain sebagainya.

Syarat Mengurus IMB Apartemen

Untuk mendapatkan IMB apartemen memang bukanlah persoalan mudah. Pemerintah harus terlebih dahulu mencermati lokasi dan aspek lainnya dari pendirian apartemen yang direncanakan. Tetapi yang pasti, bila Anda ingin mengajukan IMB berikut syarat sejumlah berkas dan langkah yang harus dipenuhi terlebih dahulu.

1. Mengisi Formulir PIMB

Pertama-tama Anda harus terlebih dahulu mengisi formulir PIMB lengkap dengan tanda tangan, cap perusahaan atau lembaga untuk yang memiliki Badan Hukum. Formulir ini bisa Anda dapat dari pemerintah setempat yang mengurus bagian perijinan pendirian bangunan. Pada lembar formulir, Anda akan diminta untuk mengisi data-data tentang status hak atas tanah, termasuk juga status kepemilikan bangunan gedung nantinya.

2. Melengkapi sejumlah syarat administratif

Syarat administratif untuk mendapatkan IMB terdiri dari:

  • Fotocopy Akte Pendirian Perusahaan,
  • Fotocopy identitas KTP,
  • Fotocopy kartu NPWP,
  • Fotocopy Sertifikat Tanah, legalisir Notaris,
  • Fotocopy dokumen SPT dan PBB terakhir,
  • Rencana Tata Letak Bangunan atau RTLB dari Dinas Tata Ruang,
  • Ketetapan Rencana Kota (KRK) yang didapat dari Dinas Tata Ruang,
  • Fotocopy SIPPT dari Gubernur Provinsi DKI Jakarta, jika luas tanah sebesar 5.000 m2 atau lebih,
  • Gambar Rencana Arsitektur yang sudah ditandatangani Arsitek pemegang SIPTB,
  • Rekomendasi hasil persetujuan TPAK,
  • Hasil Penyelidikan Tanah yang dibuat oleh Konsultan,
  • Perhitungan dan Gambar Rencana Struktur yang ditandatangani oleh Perencana Struktur,
  • Persetujuan Hasil Sidang TPKB, dengan catatan ketinggian bangunan 8 lantai atau lebih,
  • Gambar Rencana Instalasi dan Perlengkapan Bangunan, lengkap dengan tanda tangan Perencana Instalasi dan Perlengkapan Bangunan pemegang SIPTB,
  • Persetujuan Hasil Sidang TPIB, jika luas bangunan 800 m2 atau lebih,
  • Rekomendasi UKL/UPL dari BPLHD jika luas bangunan 2.000 sampai dengan 15.000 m2,
  • Rekomendasi AMDAL jika luas bangunan lebih dari 15.000 m2,
  • Surat Penunjukan Pemborong dan Direksi Pengawas Pelaksanaan Bangunan dari Pemilik atau pemohon,
  • Surat Kuasa Pengurusan dari Pemilik/Pemohon kepada yang mengurus, apabila pengurusan bukan oleh pemilik/pemohon.

Tata Cara Pengajuan IMB

Sedangkan untuk proses dan tata cara permohonan IMB bisa dilakukan melalui langkah :

  • Mengajukan Permohonan IMB (PIMB) melalui Loket Pelayanan IMB di Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan Provinsi DKI Jakarta,
  • Pengajuan PIMB dilengkapi dengan kelengkapan persyaratan sesuai SK Gubernur No.76 Tahun 2000,
  • Mengajukan Gambar Rencana Arsitektur pembangunan,
  • Jika lulus sidang TPAK maka proses IMB akan diperiksa untuk mengetahui bangunan sudah dilaksanakan atau belum,
  • Petugas penilai akan menghitung biaya retribusi IMB,
  • Penilai akan membuat Surat Perintah Setor Retribusi IMB kepada Pemohon,
  • Pemohon IMB harus membayar Retribusi IMB ke Kas Daerah di Provinsi, dan akan menerima bukti pembayaran,
  • Menyerahkan Bukti Pembayaran ke loket pelayanan IMB,
  • Selanjutnya berkas Permohonan IMB akan diproses untuk diterbitkan IMB,
  • Sebelumnya dilakukan penilaian teknis Struktur oleh Sidang TPKB atau Tim Penasehat Konstruksi Bangunan dan teknis Instalasi serta Perlengkapan Bangunan oleh TPIB atau Tim Penasehat Instalasi Bangunan,
  • Jika proses teknis lulus maka akan diterbitkan dokumen IMB,
  • IMB yang sudah jadi bisa diambil di Loket Pelayanan IMB Dinas Perizinan Kota Administrasi,
  • Kemudian Pemohon dapat membeli dan membuat Papan Kuning dengan data-data bangunan dan IMB untuk dipasang di lokasi proyek.

Biaya Proses Pengajuan IMB

Dalam proses pembuatan IMB tentu membutuhkan biaya tertentu dalam penerbitannya, berikut keterangan biaya tersebut :

  • Biaya retribusi IMB, dihitung berdasarkan dari luas bangunan dan harga satuan jenis bangunan, sesuai Perda No.1 Tahun 2006,
  • Biaya retribusi IMB dihitung berdasarkan rumus yaitu luas total lantai bangunan dikali Harga Satuan,
  • Pembayaran Retribusi IMB dapat dilakukan jika diterbitkan Surat Ketetapan Retribusi Daerah atau SKRD dari Suku Dinas Perizinan Kota Administrasi,
  • Pembayaran harus dilakukan di Kas Daerah,
  • Pemohon akan menerima Bukti Pembayaran Retribusi / Surat Tanda Setoran (STS) dari Kas Daerah,
  • Kemudian lembar untuk P2B diserahkan ke Loket Pelayanan IMB.

Waktu Proses Terbitnya IMB

Proses mendapatkan dokumen IMB memerlukan waktu sesuai dengan proses berikut :

  • Dokumen IMB diterbitkan oleh Kepala Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan Provinsi DKI Jakarta,
  • Proses penyelesaian IMB, sesuai dalam SK Gubernur No. 85 Tahun 2006, pasal 11 adalah terhitung 40 hari kerja,
  • IMB yang telah diterbitkan akan dikirimkan melalui surat kepada pemohon,
  • Dokumen diambil dengan membawa bukti pembayaran retribusi IMB atau membawa surat kuasa jika yang mengambil bukan pemohon ke Loket Pelayanan Seksi Dinas Perizinan Bangunan Kecamatan di Jakarta.

Cara Pelaksanaan Pembangunan Apartemen dengan IMB

Tata cara pelaksanaan pembangunan dapat dilakukan dengan proses berikut :

  • Proses pelaksanaan pembangunan apartemen dapat dilakukan setelah IMB diterbitkan.
  • Papan Kuning IMB harus dipasang pada lokasi pembangunan,
  • Pelaksanaan pembangunan harus sesuai dengan dokumen IMB yang telah diterbitkan,
  • JIka ada rencana perubahan atau penambahan, maka harus diajukan PIMB terlebih dahulu,
  • Selama pelaksanaan IMB dokumen salinan atau copy harus berada di lokasi, sebagai pedoman dalam pembangunan dan juga pemeriksaan.

Semoga informasi di atas bisa membantu Anda memahami bagaimana langkah dan syarat mengajukan IMB sampai apartemen didirikan.

Source https://www.spacestock.com
Comments
Loading...