Jenis-jenis Kontrak Konstruksi yang Perlu Anda Ketahui

0 255

Dalam sebuah proyek pembangunan, ketika kontraktor sudah ditentukan melalui penunjukan langsung maupun proses tender, antara pihak owner/client dan kontraktor akan diikat dalam sebuah kontrak kerja. Kontrak kerja ini berupa dokumen tertulis yang berisi tentang hak dan kewajiban kedua belah pihak beserta penanganan risiko dari proyek pembangunan. Sangat penting untuk kedua belah pihak untuk memahami isi kontrak sepenuhnya dikarenakan proyek konstruksi merupakan pekerjaan dengan resiko yang tinggi.

Jenis-jenis Kontrak Konstruksi yang Perlu Anda Ketahui

Ada berbagai macam jenis kontrak konstruksi yang dapat digunakan dalam proyek pembangunan, tergantung pada cara pembayaran, pembebanan tahun anggaran, sumber pendanaan, dan jenis pekerjaan. Hal ini sudah diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 70 Tahun 2012 mengenai pengadaan barang dan jasa. Dalam proyek konstruksi, kontrak yang umum digunakan adalah kontrak berdasarkan cara pembayarannya.

Berdasarkan cara pembayarannya, Terdapat 5 jenis Kontrak Konstruksi

  • Kontrak Lumpsum
  • Kontrak Harga Satuan
  • Kontrak Gabungan Lumpsum dan Harga Satuan
  • Kontrak Persentase
  • Kontrak Terima Jadi (Turnkey Contract)

Kontrak Lumpsum

Kontrak Lumpsum merupakan kontrak yang menyatakan bahwa harga keseluruhan yang akan dibayarkan oleh pihak owner kepada pihak kontraktor untuk sejumlah pekerjaan konstruksi nilainya pasti dan disepakati diawal sebelum masa konstruksi dimulai. Output pekerjaan, tahapan, dan jangka waktu pengerjaan juga ditentukan diawal. Pada kontrak ini, semua resiko pekerjaan termasuk kemungkinan adanya penyesuaian harga akan ditanggung oleh pihak kontraktor. Hal yang sama berlaku untuk pihak owner, yaitu tidak bisa menambah/mengurangi jumlah pekerjaan/output pekerjaan yang sudah disepakati di kontrak.

Kontrak Harga Satuan

Kontrak Harga Satuan merupakan kontrak yang menyepakati harga dari satuan /unsur pekerjaan dengan spesifikasi tertentu, dengan volume pekerjaan yang masih berupa perkiraan. Harga yang dibayarkan oleh pihak owner kepada pihak kontraktor ditentukan dari hasil pengukuran volume di lapangan atas pekerjaan yang benar-benar sudah dilakukan oleh pihak kontraktor. Sebagai contoh, misalnya pada kontrak dituliskan pengerjaan beton cor sebesar Rp. 500.000 per m3 dengan perkiraan total volume pengerjaan 5 m3. Sehingga harga total yang diperkirakan untuk beton cor sebesar Rp 2.500.000. Namun pada kondisi di lapangan ternyata volume pengerjaan yang dibutuhkan menjadi 10 m3, sehingga harga total yang dibayarkan oleh owner bertambah menjadi Rp. 5.000.000.

Kontrak Gabungan Lumpsum dan Harga Satuan

Kontrak ini merupakan gabungan antara kontrak lumpsum dan harga satuan yang ketentuannya disepakati bersama antara owner dan kontraktor.

Baca Juga  Kiat Menang Tender Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah

Kontrak Persentase

Kontrak Persentase merupakan kontrak yang menyepakati bahwa pihak kontraktor akan menerima bayaran dengan jumlah yang sama dengan pengeluarannya untuk pekerjaan yang diselesaikan, ditambah dengan biaya overhead/keuntungan. Biaya overhead/keuntungan bagi kontraktor dihitung dari presentase dari nilai pekerjaan tertentu.

Kontrak Terima Jadi

Kontrak Terima Jadi adalah kontrak yang menyepakati bahwa harga yang dibayarkan oleh pihak owner kepada pihak kontraktor untuk sejumlah pekerjaan konstruksi nilainya pasti dan disepakati diawal sebelum masa konstruksi dimulai. Pembayaran dilakukan oleh owner setelah semua pekerjaan diselesaikan oleh kontraktor dan berdasarkan penilaian bersama antara owner dan kontraktor jika pekerjaan sudah memenuhi kriteria kinerja yang sudah ditetapkan.

Kontrak kerja mana yang akan digunakan bergantung pada kesepakatan bersama antara pihak owner dan pihak kontraktor. Kontrak lumpsum dan kontrak terima jadi memang terlihat lebih menguntungkan bagi pihak owner karna harga keseluruhan dari proyek konstruksi dapat ditentukan dengan pasti diawal. Sehingga tidak akan ada pengeluaran tambahan bagi pihak kontraktor. Sedangkan untuk kontrak harga satuan dan kontrak persentase dinilai lebih memudahkan untuk kontraktor karena resiko perhitungan harga awal yang tidak sesuai dengan kondisi di lapangan tidak sepenuhnya ditanggung oleh kontraktor.

Source https://bildeco.com
Comments
Loading...