Gaya Desain Interior Postmo

0 226

Gaya Desain Interior Postmo

Banyak yang menggambarkan keadaan saat ini dengan istilah modern. Namun, sebenarnya istilah tersebut tidaklah tepat. Sebab, istilah modern sudah ada sejak sekitar satu abad yang lalu. Pada tahun 1970an hingga saat ini, hadir sebuah istilah lain untuk menyebutkan keadaan era sekarang. Istilah itu dikenal dengan sebutan postmodern atau disingkat postmo.

Adalah Jean-Francois Lyotard, tokoh yang pertama kali mengenalkan konsep postmo dalam filsafat. Sebelumnya, istilah ini bahkan sudah lama dipakai di dunia arsitektur. Dikutip dari lama Wikipedia, postmodern merupakan gaya yang dipopulerkan pada tahun 1970an yang adalah pertentangan dari desain modern yang minimalis dan simpel yang diusung oleh Ludwg Mies Van der Rohei. Desain postmo menghadirkan kompleksitas, kontradiksi dan cenderung menampilkan sisi yang maksimal dari suatu ruangan.

Dalam buku What is Post – Modernism ? (Jencks, 1989) Charles mengatakan:

“Post-modernisme adalah campuran antara macam-macam tradisi dan masa lalu. Post – Modernisme adalah kelanjutan dari modernisme, sekaligus melampaui modernisme. Ciri khas karya-karyanya adalah makna ganda, ironi, banyaknya pilihan, konflik dan terpecahnya berbagai tradisi, karena heterogenitas sangat memadai bagi pluralisme.“

Dari segi arsitektur, kemunculan postmo merupakan akibat dari kejenuhan terhadap gerakan arsitektur modern. Gaya desain modern kerap dianggap terlalu kaku, terikat aturan dan mengedepankan fungsi serta efisiensi dalam membangun. Sedangkan arsitektur postmo bersifat pluralis dan beraneka bentuk-bentuk baru yang imajinatif.

Seorang arsitek asal Amerika yang menganut ilmu postmo bernama Robert Venturi mengutarakan suatu pernyataan. Less is bore yang berarti sesuatu yang minimalis itu membosankan. Hal yang diyakininya ini membuat Venturi kerap menghindari bentuk-bentuk minimalis dalam setiap karyanya. Jauh lebih dalam, usai perang dunia II pernyataan less is more menjadi popular berkat postmo.

Desain interior postmo cenderung menekankan titik emosional serta membebaskan diri dari aturan fungsional modernisme klasik. Posmo memadukan campuran bahan dan sudut yang tidak konvensional dan simeteris. Selain itu, selera humor dan suasana hati juga menjadi elemen umum dalam lingkungan postmo. Postmo menawarkan suasana berbeda, menghadirkan ruangan yang tak hanya nyaman untuk ditinggali namun juga nyaman bagi tubuh, pikiran dan jiwa. Karena itu, postmo juga dianggap mampu memberikan energi dan suasana kegembiraan, dengan kaidahnya form follows emotion.

Gaya Desain Interior Postmo: The Memphis Style

Gaya Desain Interior Postmo

via trendland.com

Gaya Desain Interior Postmo

via Dezeen

Gaya Memphis adalah desain kolaboratif yang dibuat oleh desainer asal Italia, Ettore Sottass. Gaya yang satu ini menekankan beberapa warna tertentu yang dapat dijadikan alternatif untuk menunjukkan karakteristik postmo.  Warna tersebut dapat diterapkan dalam mendesain interior, seperti warna merah tomat, biru cerah, merah muda hingga motif-motif mozaik berwarna hitam. Warna-warna ini dihadirkan bersamaan dengan aplikasi material industri, seperti seng atau kaca.

Namun sedikit berbeda dengan Ettore Sottass. Menurut sejarawan di dunia desain, Ed Sexton dan Doug Taylor karakter gaya Memphis mengeksplorasi terhadap warna. Warna itu ditampilkan pada warna ungu, merah, hijau, biru kehijauan dan kuning. Terkadang hadir juga warna hitam atau putih sebagai aksen dalam wujud motif dan mozaik.

Penggunaan warna-warna yang cenderung tebal, kombinasi yang unik dan rumit. Penggunaan bentuk garis dengan motif bunga atau kulit hewan adalah ciri gaya ini. Memphis style menampilkan ruangan yang meriah dan ramai.

Gaya Desain Interior Postmo: Cosmopolitan, kreatif & artsy

Gaya Desain Interior Postmo

via pinterest

Desain rumah postmo juga kerap dikaitkan dengan cerminan penghuninya yang cosmopolitan, kreatif, artsy dengan ide-ide yang unik. Sebuah cerminan akan penghuninya yang menyukai sesuatu yang berbeda dan memadu padankan dekorasi. Seperti perpaduan kursi futuristic dan cupboard vintage yang berada di dalam satu ruangan. Hal tersebut mempu memberikan kesan harmonis pada ruangan.

Gaya Desain Interior Postmo: Keberagaman

Gaya Desain Interior Postmo

via remodelista.com

Konsep postmo, rasanya memang tepat untuk masyarakat Indonesia. Konsep ini  tepat untuk mewakili ciri sosial, budaya serta keragaman yang ada. Misalnya rumah dengan konsep Jawa yang dibangun modern dengan berbagai ornamen bentuk dan fungsi yang detail. Hal tersebut dapat memberikan kesan tradisional dan kekhasan nusantara yang akan  lebih terasa. Sementara pada desain rumah modern, hal ini tidak akan bisa diwujudkan karena mengedepankan fungsi serta ornamen yang minimalis.

Source http://interiordesign.id
Comments
Loading...